BAB II

Entertainment & Media

14 pages
150 views

Please download to get full document.

View again

of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB II
Transcript
  8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.   Kajian Pustaka 2.1.1. Industri Kain Tenun. 2.1.1.1. Pengertian Industri. Menurut Utoyo (2011), Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi atau menjadi barang yang lebih tinggi nilai kegunaannya. Definisi ini tidak seluruhnya benar, sebab pada dasarnya definisi tersebut hanya merupakan bagian dari industri atau sering disebut sebagai definisi industri dalam arti sempit. Dalam pengertian yang lebih luas industri dapat diartikan sebagai semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan bersifat komersial untuk memenuhi kebutuhan hidup. Industri dalam pengertian luas dibedakan menjadi dua, yaitu: a.   Industri Primer, yaitu jenis industri yang langsung mengambil komoditas ekonomi dari alam tanpa proses pengolahan, seperti  pertanian, pertambangan dan kehutanan.  b.   Industri sekunder, yaitu kegiatan manusia dalam mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang  jadi atau menjadi barang yang lebih tinggi nilai kegunaannya. Industri sekunder dinamakan pula industri manufaktur atau pabrik.  9 Menurut Sumoatmojo (1998), industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau  barang setengah jadi ( manufacturing industry ). Industri kerajinan tatah sungging termasuk industri kecil yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi dan pengerjaannya dilakukan di rumah sendiri. Sehingga dapat disebut home industri dalam arti industri rumah tangga yang dimiliki keluarga dan dikerjakan di rumah sendiri. Adapun  pengelompokan industri berdasarkan kapasitas pekerja yang diperlukan meliputi: 1.   Industri rumah tangga ( home industri ), menggunakan tenaga kerja 1 sampai 4 orang. 2.   Industri kecil, menggunakan tenaga kerja 5 sampai 19 orang. 3.   Industri sedang, menggunakan tenaga kerja 20 sampai 99 orang. 4.   Industri besar, menggunakan tenaga kerja 100 orang atau lebih Pengembangan industri kecil di pedesaan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis karena: 1.   Letaknya di daerah pedesaan, maka diharapkan tidak menambah migrasi ke kota atau dapat mengurangi urbanisasi. 2.   Sifatnya padat tenaga kerja dapat menampung pengangguran dan meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan keluarga. 3.   Masih dimungkinkan bagi tenaga kerja industri kerajinan untuk  bekerja di sektor pertanian sebagai petani maupun buruh tani saat luang karena letaknya yang dekat.  10 4.   Penggunaan teknologi yang sederhana, mudah dipelajari dan dilaksanakan. Industri kecil atau industri kerajinan sangat bermanfaat bagi  penduduk, terutama penduduk golongan ekonomi lemah, karena sebagian besar pelaku industri kecil adalah penduduk golongan tersebut. Industri ini di pedesaan mempunyai manfaat yang besar, karena: 1). dapat memberikan lapangan kerja pada penduduk pedesaan yang umumnya tidak bekerja secara utuh; 2) memberikan tambahan  pendapatan tidak saja bagi pekerja atau kepentingan keluarga, tetapi  juga anggota anggota keluarga lain; 3) dalam beberapa hal mampu memproduksi barang-barang keperluan penduduk setempat dan daerah sekitarnya secara lebih efisien dan lebih murah dibanding industri  besar. (Siswanta, 2008) Peranan UKM dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki pola pertumbuhan ekonomi sangat penting. Faktanya terdapat ketidak seimbangan antara sumbangan UKM dalam  penyediaan lapangan kerja dengan kontribusi dalam pembentukan nilai tambah. Pertumbuhan UKM yang lebih cepat dibandingkan kelompok usaha besar akan memperbaiki struktur usaha dan distribusi  pendapatan secara keseluruhan. (Mulyanto, 2006) Beberapa tujuan utama kegiatan industri khususnya di Indonesia, antara lain sebagai berikut. a.   Memperkokoh struktur ekonomi serta devisa Negara  11  b.   Menaikkan pangsa pasar baik dalam negeri maupun pasar luar negeri melalui kegiatan ekspor-impor. c.   Memperluas kesempatan kerja d.   Memperluas kesempatan berusaha bagi penduduk e.   Meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai tenaga kerja f.   Meningkatkan usaha industri kecil dan menengah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk g.   Mengurangi ketergantungan pada produk asing. 2.1.1.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Industri. Menurut Soekartawi (2000), didalam prosesnya, industri merupakan produk dari serangkaian proses yang melibatkan berbagai komponen atau faktor yang mempengaruhi kegiatan manufaktur tersebut. Beberapa faktor yang mendukung kegiatan industri antara lain sebagai berikut. 1.   Bahan Mentah atau Bahan Baku. Bahan mentah atau bahan baku merupakan faktor yang sangat  penting dalam aktivitas industri. Tanpa adanya bahan mentah, mustahil kegiatan industri dapat berjalan. Bahan baku industri diperoleh dari kegiatan ekonomi sector primer, yaitu hasil pertanian, perkebunan,  pertambangan, kehutanan dan perikanan. Begitu pentingnya ketersediaan bahan mentah ini, tidak sedikit beberapa jenis industri ditempatkan lokasinya mendekati daerah persediaan bahan mentah. Bahan baku industri harus tercukupi secara tepat jumlah, tepat waktu dan tepat kualitas serta kontinuitasnya terjamin, maka  12  pengusaha industri perlu berpikir secara panjang. Beberapa pengamat (Soekartawi, 1991; Simatupang, 1995; Saragih, 1996) berpendapat  bahwa pengusaha yang memikirkan perusahaannya secara jangka  pendek untuk meraih laba yang sebesar-besarnya dan mengabaikan  prinsip-prinsip keberlanjutan (Sustainability) , maka perusahaan tersebut akan relative mudah terguncang manakala ada masalah-masalah eksternalitas seperti risiko (risk)  dan ketidakpastian (Uncertainly)  dalam penyediaan stok bahan baku. 2.   Tenaga Kerja. Faktor kedua yang sangat menunjang kelancaran aktivitas industri adalah tenaga kerja. Meskipun kegiatan industri didukung oleh faktor bahan baku berkualitas, modal tinggi, teknologi canggih, namun  jika tidak ditunjang oleh ketersediaan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja maka tetap saja industri tersebut tidak mungkin berjalan. 3.   Modal. Industri memerlukan sejumlah alokasi dana dalam membiayai kegiatannya sehari-hari, seperti dalam pengadaan bahan baku,  peralatan atau mesin pabrik, upah tenaga kerja, biaya sumber energi, dan biaya transportasi pemasaran produk. Besar kecilnya dana yang diinvestasikan berbeda-beda, tergantung dari skala industri yang dijalankan. Bagi industri-industri skala kecil modal dapat berasal dari  pribadi pemilik pabrik atau dengan meminjam dari lembaga keuangan seperti koperasi atau bank. Adapun bagi industri-industri besar modal  berasal dari peminjaman uang bank, penjualan saham, peminjaman
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks