PENERAPAN TEORI FUZZY CLUSTERING DALAM KLASIFIKASI HUKUM NIKAH MENURUT SYARIAT ISLAM Sugiantina Program Studi Matematika, Fakultas MIPA

Computers & Electronics

10 pages
2 views

Please download to get full document.

View again

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
PENERAPAN TEORI FUZZY CLUSTERING DALAM KLASIFIKASI HUKUM NIKAH MENURUT SYARIAT ISLAM Sugiantina Program Studi Matematika, Fakultas MIPA
Transcript
   Penerapan teori fuzzy clustering dalam klasifikasi hukum nikahmenurut syariat islam Gamatika. No I Nopember 2010 16 PENERAPAN TEORI FUZZY CLUSTERING DALAMKLASIFIKASI HUKUM NIKAH MENURUT SYARIAT ISLAM Sugiantina Program Studi Matematika, Fakultas MIPAUniversitas Pesantren Ti nggi Darul „Ulum Jombang, Indonesiaatina@yahoo.com Abstrak   Berdasarkan perintah nikah dari beberapa ayat-ayat al- Qur‟an dan hadits  Nabi, para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukum nikah. Menurut Jumhur Ulama, nikah itu sunnah dan bisa juga menjadi wajib atauharam. Namun yang jadi permasalahan saat ini adalah bagaimana carauntuk menentukan ketidakpastian hukum nikah bagi setiap orang awam yang belum mengerti banyak tentang ilmu agama. Maka dalam hal dilakukan penelitian dalam penentuan hukum nikah seseorang yang relatif berbeda-beda dengan menggunakan teori himpunan fuzzy secara khususnya adalahdengan menggunakan Fuzzy Clustering. Kata kunci :    hukum nikah, fuzzy, fuzzy clustering  Abstract  Under the command of marriage from some verses of the Qur'an and thehadits of the Prophet, the scholars differ in defining legal marriage. According to Jumhur cleric, marriage is sunnah and may also be required or  forbidden. However that be the problem now is how to define marriage legal uncertainty for any layman who do not understand much about the scienceof religion. So in terms of research in the determination of a person'smarriage laws are different relative to the use of fuzzy set theory in particular is using Fuzzy Clustering. Keywords:  law marriage, fuzzy, fuzzy clustering  1.   Pendahuluan Para ulama menyebutkan bahwa nikah diperintahkan karena dapatmewujudkan maslahat, memelihara diri, kehormatan, mendapatkan pahala danlain-lain. Berdasarkan perintah nikah dari beberapa ayat-ayat al- Qur‟an dan hadits  Nabi, para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukum nikah. MenurutJumhur Ulama, nikah itu sunnah dan bisa juga menjadi wajib atau haram.Perkawinan termasuk dalam bidang muamalat, sedang kaidah dasar muamalatadalah ibahah (boleh). Jadi disini hukum pernikahan bagi setiap orang adalah berbeda-beda. Namun yang jadi permasalahan saat ini adalah bagaimana carauntuk menentukan ketidakpastian hukum nikah bagi setiap orang awam yang belum mengerti banyak tentang ilmu agama.Pada tahun 1965 Lotfi A. Zadeh memperkenalkan teori himpunan  Fuzzy , yangsecara tidak langsung mengisyaratkan bahwa tidak hanya teori probabilitas sajayang dapat digunakan untuk merepresentasikan masalah ketidakpastian. Akantetapi teori himpunan  fuzzy merupakan kerangka matematis yang digunakan untuk    Penerapan teori fuzzy clustering dalam klasifikasi hukum nikahmenurut syariat islam Gamatika. No I Nopember 2010 17merepresentasikan ketidakpastian, ketidakjelasan, ketidaktepatan, kekuranganinformasi, dan kebenaran parsial(Tettamanzi, 2001). Kelebihan lain adalah teorihimpunan  fuzzy dikembangkan atas dasar pemikiran bahwa elemen-elemen kunci pada cara berpikir manusia bukan dengan angka-angka, tetapi denganmenggunakan istilah-istilah atau label.Komponen yang harus ada dalam proses  Fuzzy Clustering  adalah adanya datayang akan di cluster  (dikelompokkan). Maka dalam hal ini peneliti mencobamengangkat penelitian tentang penentuan hukum nikah seseorang yang relatif  berbeda-beda dengan menggunakan teori himpunan  fuzzy secara khususnya adalahdengan menggunakan  Fuzzy Clustering  . 2.   Kajian TeoriA.   Konsep Dasar Tentang Kajian Hukum Nikah Menurut Syariat IslamBerdasarkan Al- Qur’an dan Al -Hadist Penulis kitab Al-Mughni mengatakan berkenaan dengan pernikahan, manusiaterbagi menjadi tiga macam : Pertama, orang yang takut terjerumus dalam pelanggaran jika ia tidak menikah.Menurut para  fuqaha‟  secara keseluruhan, keadaan seperti itu menjadikan seorangwajib menikah, demi menjaga kesucian dirinya. Dan jalannya adalah dengan caramenikah. Kedua, orang yang disunnahkan untuk menikah. Yaitu orang yang syahwatnya bergejolak, yang dengan pernikahan tersebut dapat menyelamatkannya dari berbuat maksiat kepada Allah „azza wa jalla . Menurut pendapat ashabur ra‟yi  menikah dalam keadaan seperti itu adalah lebih utama daripada menjalankanibadah sunnah. Dan itu pula yang menjadi pendapat para sahabat. Ketiga, orang yang tidak mempunyai nafsu birahi, baik karena lemah syahwatatau sebenarnya ia mempunyai nafsu birahi tetapi hilang karena penyakit ataukarena hal lainnya.Dalam sebuah kitab Ringkasan Fikih Lengkap Jilid I-II karya Syaikh DR.Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan menjelaskan bahwa pernikahan adalah upaya pengamanan atas masyarakat manusia agar mereka tidak terjerumus kedalam berbagai kejahatan moral yang menghancurkan norma-norma susila danmenghancurkan apa yang disebut dengan keutamaan. Nikah ditinjau dari aspek  hukum syar‟inya ada lima macam. Terkadang menjadi wajib, terkadang menjadi sunnah(Mustahab), terkadang menjadi mubah, terkadang menjadi haram, danterkadang menjadi makruh.Pada dasarnya golongan fuqaha yakni jumhur berpendapat bahwa menikah ituhukumnya sunnah, sedangkan golongan zahiri mengatakan bahwa menikah itu wajib. Para ulama Maliki Muta‟akhirin ber   pendapat bahwa menikah itu wajibuntuk sebagian orang dan sunnah untuk sebagian lainnya dan mubah bagigolongan lainnya. Hal ini ditinjau berdasarkan kekhawatiran terhadap kesusahanatau kesulitan dirinya.Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikatakan bahwa hukum nikah itu bisa berubah sesuai dengan keadaan pelakunya. Secara rinci hukum pernikahan adalahsebagai berikut :1.   WAJIB   Penerapan teori fuzzy clustering dalam klasifikasi hukum nikahmenurut syariat islam Gamatika. No I Nopember 2010 18 Nikah hukumnya wajib bagi orang yang mampu dan nafsunya telah mendesak,serta takut terjerumus dalam lembah perzinaan. Menjauhkan diri dari perbuatanharam adalah wajib, maka jalan yang terbaik adalah denganmenikah[Abidin,1999]. Dalam kitab terjemahan Fiqh Sunnah 2 karya M. Sayyid Sabiq, Qurthubi mengatakan bahwa : “Orang yang mampu adalah orang yang takut dengan bahaya membujang atas diri dan agamanya dan bahaya itu hanyadapat terjaga dengan cara menikah. Dalam hal ini, tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban menikah atas mereka.“  Jika ia takut terjerumus, tapi belum mampu untuk memberi nafkah, AllahSWT. Berfirman, “Dan o rang-orang yang tidak mampu menikah hendaklahmenjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada merekadengan karunia-  Nya...” (QS An-Nur[24]: 33) 2.   SUNNAHMenikah disunnahkan dengan adanya syahwat dan tidak ada rasa khawatir terjerumus ke dalam perzinaan karena pernikahan ini mengandung berbagaikemaslahatan yang agung bagi kaum laki-laki dan wanita[Al-Fauzan, 2008].Begitu juga bagi orang yang mau menikah dan nafsunya kuat, tetapi mampumengendalikan diri dari perbuatan zina, maka hukum menikah baginya adalahsunnah. Menikah baginya lebih utama daripada berdiam diri menekuni ibadah,karena menjalani hidup sebagai pendeta(anti nikah) sama sekali tidak dibenarkandalam islam[Abidin, 1999].3.   HARAMBagi orang yang tidak menginginkan nikah karena tidak mampu memberinafkah lahir maupun batin kepada istrinya serta nafsunya tidak mendesak, atau diamempunyai keyakinan bahwa apabila menikah ia akan keluar dari islam, makahukum menikah adalah haram. Atau kalau ternyata salah satu dari pasanganmengetahui aib pada pacarnya, maka ia berhak membatalkannya. Jika pihak  perempuan yang memiliki aib, maka suaminya boleh membatalkan. Demikian pula sebaliknya.Sedangkan menurut Syaikh DR. Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan menyebutkan bahwa bagi seorang muslim jika ia berada di daerah kaum kafir Harby(memusuhiislam) karena ditempat yang sedemikian itu berarti menceburkan keluarganyadalam bahaya dan menjadi dibawah cengkeraman kaum kafir. Istrinya tidak akanmerasa aman dari tindakan mereka.4.   MAKRUHMenikah bisa menjadi makruh dalam keadaan sedemikian ini karena denganmenikah, ia akan memusnahkan tujuan baik kaum wanita ketika menikah, yakniuntuk memelihara diri, dan demikian itu membahayakan pihak wanita[Al-Fauzan,2008].Hukum menikah menjadi makruh bagi seseorang yang lemah syahwat dantidak mampu memberikan nafkah kepada istrinya walaupun tidak merugikannyakarena ia kaya dan tidak mempunyai keinginan syahwat yang kuat. Juga bertambah makruh hukumnya jika karena lemah syahwat itu ia berhenti darimelakukan suatu ibadah atau menuntut suatu ilmu[Abidin, 1999].Dalam kitab Fiqih Sunnah 2 juga menjelaskan bahwa makruh bagi seseoranguntuk menikah apabila ia tidak akan mampu untuk menafkahi istrinya secara lahir maupun batin, namun sang istri tidak terlalu menuntutnya untuk hal itu; karena   Penerapan teori fuzzy clustering dalam klasifikasi hukum nikahmenurut syariat islam Gamatika. No I Nopember 2010 19keadaan istri yang sudah kaya atau tidak terlalu membutuhkan terjadinyahubungan suami-istri antara keduanya.Jika seorang laki-laki mengabaikan kewajibannya sebagai suami karena suatu proses ketaatan seperti menuntut ilmu, maka sangat makruh baginya untuk menikah.5.   MUBAH Nikah menjadi mubah jika tidak ada syahwat dan kecenderungan kepadanya.Misalnya orang-orang impoten dan orang lanjut usia. Hal ini juga berlaku bagilaki-laki yang tidak terdesak alasan-alasan yang mewajibkan segera nikah, ataualasan-alasan yang menyebabkan ia harus nikah, maka hukumnya mubah. B.   Konsep Logika Fuzzy    Pencetus gagasan logika  fuzzy adalah Prof. L.A. Zadeh dari UniversitasCalifornia Berkeley. Orang yang belum pernah mengenal logika  fuzzy pasti akanmengira bahwa logika  fuzzy adalah sesuatu yang amat rumit da tidak menyenangkan. Namun, sekali seorang mulai mengenalnya, ia pasti akan tertarik dan akan menjadi pendatang baru untuk ikut serta mempelajari logika  fuzzy .Logika  fuzzy dikatakan sebagai logika baru yang lama, sebab ilmu tentang logika  fuzzy modern dan metodis baru ditemukan beberapa tahun yang lalu, padahalsebenarnya konsep tentang logika  fuzzy itu sendiri sudah ada sejak lama[kusumadewi, 2002].Sesungguhnya ada beberapa alasan mengapa logika  fuzzy bisa digunakan,diantaranya adalah :1.   Konsep logika  fuzzy mudah dimengerti. Konsep matematis yangmendasari penalaran  fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti.2.   Logika  fuzzy sangat fleksibel3.   Logika  fuzzy memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat4.   Logika  fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi nonlinier yang sangatkompleks5.   Logika  fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman- pengalaman pakar secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan6.   Logika  fuzzy dapat bekerjasama dengan teknik-teknik kendali secarakonvensional7.   Logika  fuzzy didasarkan pada bahasa alamiDasar-dasar dari logika  fuzzy , yakni :a.   Teori  Fuzzy   Set  (Himpunan  Fuzzy )Pada himpunan tegas( crisp ), nilai keaggotaan suatu item x dalam suatuhimpunan A, yang sering ditulis dengan , memiliki dua kemungkinan, yaitusatu (1), yang berarti bahwa suatu item menjadi anggota dalam suatu himpunan,atau nol (0), yang berarti bahwa suatu item tidak menjadi anggota dalam suatuhimpunan. Zadeh memberikan definisi tentang himpunan  fuzzy sebagai berikut : Definisi 1: Jika X adalah koleksi dari obyek-obyek yang dinotasikan secara generik olehx, maka suatu himpunan  fuzzy , dalam X adalah suatu himpunan pasangan berurutan :Dengan adalah derajat keanggotaan x di yang memetakan X ke ruangkeangotaan M yang terletak pada rentang (0,1).   Penerapan teori fuzzy clustering dalam klasifikasi hukum nikahmenurut syariat islam Gamatika. No I Nopember 2010 20 Definisi 2: Support dari himpunan  fuzzy , S () adalah himpunan crisp darisedemikian hingga . Definisi 3: Himpunan a-level adalah himpunan elemen-elemen yang ada pad himpunan  fuzzy , sedemikian hingga untuk suatu nilai :dan disebut sebagai “himpunan - level kuat” atau “ - level kuat”.   Definisi 4 : Himpunan  fuzzy , dikatakan convex jika : b.    Membership    function (fungsi keanggotaan)  Membership    function (fungsi keanggotaan) adalah suatu kurva yangmenunjukkan pemetaan titik-titik input data kedalam nilai keanggotaannya(sering juga disebut dengan derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara 0 sampai1. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai keanggotaannyaadalah dengan melalui pendekatan fungsi. C.   Fuzzy Clustering    Pada proses peng cluster  an( clustering  ) secara klasik, pembentukan partisidilakukan sedemkian rupa sehingga setiap obyek berada tepat pada satu partisi. Namun, adakalanya kita tidak dapat menempatkan suatu obyek tepat pada suatu partisi, karena sebenarnya obyek tersebut terletak diantara 2 atau lebih partisiyang lain. Pada logika  fuzzy , ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengelompokan sejumlah data yang sering dikenal dengan  FuzzyClustering  . Pada kebanyakan situasi,  Fuzzy Clustering  lebih alami jikadibandingkan dengan peng cluster  an secara klasik. Suatu algoritma cluster  ingdikatakan sebagai algoritma  Fuzzy Clustering  jika dan hanya jika algoritmatersebut menggunakan parameter strategi adaptasi secara soft competitive(non-crisp)[Baraldi,1998].Pemisahan cluster  merupakan gagasan  fuzzy . Konsep subkumpulan  fuzzy  menawarkan keuntungan spesial yang melebihi cluster  ing konvensional danmemberikan representasi konfigurasi yang tak dapat dituruti. Beberapa teknik  cluster  ing utama adalah :1.    Fuzzy C-  Means (FCM)  Fuzzy Clustering  adalah salah satu teknik untuk menentukan cluster  optimaldalam ruang vektor yang didasarkan pada bentuk normal Euclidian untuk jarak antar vektor.  Fuzzy Clustering  sangat berguna bagi pemodelan  fuzzy terutamadalam mengidentifikasi aturan-aturan  fuzzy .Konsep dasar FCM, pertama kali adalah menentukan pusat cluster  , yang akanmenandai lokasi rata-rata untuk tiap-tiap cluster  . Pada kondisi awal, pusat cluster   ini masih belum akurat. Tiap-tiap titik data memiliki derajat keanggotaan untuk tiap-tiap cluster  . Dengan cara memperbaiki pusat cluster  dan derajat keanggotaantiap-tiap titik data secara berulang, maka akan dapat dilihat bahwa pusat cluster   
Advertisement
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks